AgriProFocus Indonesia

Ms.

Jakarta, Indonesia

About Me

Jaringan AgriProFocus Indonesia adalah bagian dari jaringan AgriProFocus global, yang terdiri dari para pemangku kepentingan dari sektor swasta, publik dan masyarakat sipil yang berkomitmen untuk bekerja bersama petani. Kami percaya bahwa petani sebagai produsen utama adalah kunci bagi pertumbuhan ekonomi lokal, sistem pertanian dan pangan yang berkelanjutan serta ketahanan pangan bagi semua. Jaringan kami adalah tempat berkumpul para pemangku kepentingan mulai dari sektor swasta, pemerintahan, dan masyarakat yang berkomitmen bekerja untuk kewirausahaan petani. Misi jaringan adalah untuk fasilitasi koordinasi, perantara bisnis, memciptakan ruang aksi bersama bagi banyak pihak, dan berdiskusi.
---
The AgriProFocus Indonesia country network is part of the global AgriProFocus network. As a network we believe that primary producers are key to local economic growth, sustainable agri-food systems, and food security for all. The network convenes stakeholders from the private and public sector and civil society that are committed to work with entrepreneurial farmers. Its mission is to facilitate coordination, broker and create spaces and opportunities for multi–stakeholder action, learning and debate.

Skills and Expertise


Interests


dec
06

From Farm to Table Expo

Event posted by in AgriProFocus Indonesia
  06 December 2017 to 09 December 2017 - All Day Event
  Indonesia Convention Exhibition ICE, BSD City Tangerang

From Farm To Table Expo 2017 is an International Exhibition on Farm and Agricultural Industry & Supply Expo that will be held at Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Indonesia on 6 – 9 December 2017.

With 400+ exhibitors from 14 countries, this expo is the meeting place for the entire agriculture and food processing industry. You can join this exhibition as a visitor or exhibitor. For more information click www.fromfarmtotableexpo.com



Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 11 July 2017 at 07:44

Mengenal Ekonomi Sirkuler di Indonesia

Penelitian Faktor yang Mempengaruhi Promosi Ekonomi Sirkular di Indonesia untuk Kebangkitan Kerjasama Agribisnis oleh Sahat M. Pasaribu

Konsep ekonomi sirkuler sebenarnya telah dilakukan sejak lama di Indonesia, khususnya pada industri besar dan menengah, namun belakangan ini perencanaan pembangunan ekonomi kurang memperhatikannya. Perusahaan-perusahaan pabrik kertas dan perkebunan besar termasuk diantara usaha ekonomi yang melaksanakan konsep ini. Pada skala ekonomi yang lebih kecil dalam bidang pertanian, kerjasama antara perusahaan besar dengan pertanian rakyat sudah berlangsung dengan baik, memberikan keuntungan ekonomi, memperbaiki kualitas lingkungan dan menjanjikan persaingan yang kompetitif. Masyarakat sebenarnya sudah menerapkan konsep ekonomi sirkuler pada sistem usahatani terintegrasi yang mereka lakukan, namun perkembangannya masih kurang memuaskan.

Faktor-faktor yang terkait dengan kelembagaan sangat berperan dalam mempromosikan

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 6 July 2017 at 07:36

Call for Application: The Agro Market-Linkages SDG Fund

Apakah Anda memiliki usaha di bidang agrikultur? Apakah usaha tersebut menciptakan dampak sosial dan lingkungan? Dapatkan kesempatan untuk mendapatkan pendanaan dan mentoring dari The Agro Market-Linkages SDG Fund.

The Agro Market-Linkages SDG Fund adalah pionir perdanaan di Indonesia yang menggabungkan sumber dana publik dan swasta. Berbentuk direct debt investment, dana ini dialokasikan kepada usaha-usaha sosial di bidang agrikultur untuk memperbesar potensi pasar dan dampak sosial mereka di Indonesia. The Agro Market-Linkages SDG Fund diinisiasi oleh UNDP (United Nations Development Programme), ANGIN (Angel Investment Indonesia), dan Challenger 88, serta didukung oleh pemerintah Kanada.

Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Klik di sini untuk mendaftar.

---

Call for Application: The Agro Market-Linkages SDG Fund

Do you have any business in agriculture sector? Does the business create social and environmental impacts? Try

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 23 June 2017 at 10:01

Selamat Hari Raya Idul Fitri

AgriProFocus Indonesia mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada para anggota jaringan yang merayakan. Kantor kami akan tutup pada 26 - 30 Juni 2017. Sampai jumpa di bulan Juli 2017.

---

Happy eid mubarak and holidays for all of our network members our office will be closed from 26 - 30 June 2017. See you all again in July 2017.

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 12 June 2017 at 06:38

Diskusi Susut Hasil Pascapanen Mangga dan Tongkol untuk Nutrisi

Setelah Workshop Meminimalisir Susut Hasil Pascapanen untuk Nutrisi pada tanggal 21 Maret 2017, GAIN lebih lanjut mengeksplorasi kerugian pascapanen di Mango dan Tongkol dengan studi mendalam oleh Dalberg. Tujuannya adalah untuk melihat lebih dalam susut hasil pascapanen di kedua rantai nilai komoditas ini dan mengidentifikasi potensi intervensi untuk membawa Postharvest Loss Alliance for Nutrition (PLAN) di Indonesia dengan melibatkan pemangku kepentingan utama yang relevan. Bersama dengan GAIN dan AgriProFocus Indonesia, Dalberg mempresentasikan temuan awal mereka mengenai rantai nilai Mangga dan Tongkol melalui diskusi roundtable, pada tanggal 23 - 24 Mei 2017 di Jakarta.

Bapak Galopong Sianturi mewakili Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan mengatakan dalam sambutannya, "Kami juga memperhatikan bagaimana makanan dihasilkan, dipanen, didistribusikan dan atau diproses. Kami menyadari bahwa hilangnya panen pasca pa

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 12 June 2017 at 04:55

Roundtable Discussion on Post Harvest Loss for Nutrition in Mango & Tongkol

After the workshop Minimizing Postharvest Loss for Nutrition on March 21st 2017, GAIN futher explored post harvest loss in Mango and Tongkol with an in-depth study by Dalberg. The aim is to assess the post-harvest losses in these two value chains and identify potential intervention to bring Postharvest Loss Alliance for Nutrition (PLAN) in Indonesia by engaging key relevant stakeholders. Together with GAIN and AgriProFocus Indonesia, Dalberg presented their preliminary findings on Mango and Tongkol value chains through a round table discussion, on May 23 – 24th 2017 in Jakarta.

The broad topic areas covered during the roundtable are: an overview of the Mango and Tongkol value chains and associated Post Harvest Loss and Waste, the financing landscape for key actors involved in the Mango and Tongkol value chains, and potential opportunities and intervention areas as part of PLAN. Mr. Galopong Sianturi, Directo

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 12 June 2017 at 04:53

Mengurangi Susut Hasil Pascapanen untuk Nutrisi

FAO mengestimasi 1/3 pangan yang diproduksi di seluruh dunia hilang atau tebuang antara produksi hingga konsumsi. Tak hanya berdampak sosial, ekonomi, dan lingkungan, susut hasil ini juga memperburuk kelaparan dan malnutrisi pada 800 juta orang, kerugian ekonomi mencapai USD 940 miliar, serta berdampak pada penggunaan air yang signifikan and emisi gas rumah kaca (FAO, 2011). Dengan mengurangi susut hasil dan bahan pangan yang terbuang, kita dapat menawarkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang lebih baik.

GAIN tengah mengembangkan Aliansi Susut Hasil Pasca Panen untuk Nutrisi (Posharvest Loss Alliance for Nutrition/PLAN) untuk mengurangi susut hasil pascapanen dan sampah pangan secara global dengan cara menjawab kurangnya pengetahuan, teknologi, dan akses keuangan serta koordinasi yang buruk di sepanjang rantai pasok pangan utama. Pendekatan ini berfokus pada rantai nilai yang mampu atau berpotensi memenuhi nilai nutrisi signifikan un

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 12 June 2017 at 04:38

Workshop Minimizing Postharvest Loss for Nutrition

According to FAO estimates about 1/3 of all food that is produced worldwide is lost or wasted between production and consumption. The impacts are social, economic and environmental as this wastage exacerbates hunger and under - and malnourishment of about 800 million people, leads to an estimated $940 billion in economic losses per year and has a significant impact on the use of water, cropland and greenhouse gas emissions (FAO, 2011). Turning this around we can also state that reducing food loss and waste offers opportunities for positive social, economic and environmental impact.

GAIN has developed the Postharvest Loss Alliance for Nutrition (PLAN) in order to decrease Post Harvest Losses and Waste (PHL/W) globally by “addressing the lack of knowledge, technology and access to finance as well as the poor coordination along key food supply chains”, with a particular focus on those value chains that provide or have the potential to pro

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 6 June 2017 at 05:25

Eksplorasi Solusi Pertanian Pangan lewat Idea Jam

Pada 2050, 70% penduduk dunia akan terpusat di area urban, terutama negara-negara Asia seperti India, China dan Indonesia. Tanpa inovasi yang memadai, area urban akan kesulitan memenuhi kebutuhan pangan penduduknya. Pangan tak bisa dilepaskan dari peran pertanian. Selain jumlah penduduk yang makin meningkat, sektor pertanian menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan iklim, kemiskinan, akses terhadap sumberdaya tanah dan air. Di sisi lain, kelaparan termasuk malnutrisi dan pangan yang terbuang masih terjadi dimana-mana. Petani pun masih menghadapi ketidakpastian pasar dan fluktuasi harga. Hal-hal ini tak bisa diselesaikan dengan bisnis seperti biasa, perlu terobosan kewirausahaan sosial untuk menjawab tantangan tersebut.

AgriProFocus Indonesia memfasilitasi anggota jaringannya dalam Idea Jam #1 untuk memikirkan bersama solusi persoalan pertanian pangan, 20 Februari 2017 lalu. Acara ini menantang peminat kewirausahaan sosial untuk m

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 6 June 2017 at 05:00

Networking Event for Coffee Players

On March 14, 2017, AgriProFocus Indonesia with Scopi, Anomali Coffee, and Ceritain Kopi Indonesia organized a networking event for coffee sector actors. The purpose of this event is to provide space for members of the AgriProFocus Indonesia network, especially for those working in the coffee sector, to do networking informally. More than 60 actors from the coffee sector came from coffee farmers, farmers' organizations, cooperatives, roasters, coffee shops, traders, exporters, financial institutions and NGOs.

Participants use this event to share information, seek opportunities and business cooperation, and promote products. The event consists of pitching sessions, matchmaking, and product exhibitions. There are 20 participants who signed up for pitching and more than 15 products on display. Here are some organizations that did the pitching:

CV Royal Ontosoroh, represented by Adri, is a trading unit of coffee exporters, especially from Java and Flores. This CV

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 6 June 2017 at 04:49

Networking Event untuk Pelaku Kopi

Tanggal 14 Maret 2017 lalu, AgriProFocus Indonesia bersama Scopi, Anomali Coffee, dan Ceritain Kopi Indonesia menyelenggarakan acara berjejaring untuk pelaku sektor kopi. Tujuan acara ini adalah menyediakan ruang bagi anggota jaringan AgriProFocus Indonesia, terutama yang bekerja di sektor kopi, untuk bertemu dan berjejaring secara informal. Lebih dari 60 pelaku sektor kopi hadir mulai dari petani kopi, organisasi petani, koperasi, roaster, coffee shop, pedagang, eksporter, institusi keuangan, dan NGO.

Peserta mnggunakan acara ini untuk berbagi informasi, mencari kesempatan dan kerjasama bisnis, serta mempromosikan produk. Acara ini terdiri dari sesi pitching, matchmaking, dan pameran produk. Ada 20 peserta yang mendaftar pitching dan lebih dari 15 produk yang dipamerkan. Berikut adalah beberapa organisasi yang melakukan pitching:

CV Royal Ontosoroh yang diwakili oleh Adri, adalah unit dagang menegah ekportir kopi , khususnya dari Jawa dan Flores. C

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 3 May 2017 at 03:51

Perubahan Personil

Dear anggota jaringan AgriProFocus Indonesia,

Akhir bulan Maret lalu Ibu Tina Napitupulu mengundurkan diri dari posisinya sebagai koordinator jaringan negara AgriProFocus Indonesia. Kita semua berterima kasih atas energi dan karyanya selama bergabung bersama AgriProFocus Indonesia, yang membuat jaringan ini semakin hidup and sangat aktif menjalankan saling hubung dan pembelajaran bersama. Semoga sukses untuk karir berikutnya, Bu Tina!

Berita bagusnya, sejak awal April lalu kita memiliki koordinator jaringan negarayang baru, Pak Dedi Triadi. Kami percaya diri jika jaringan AgriProFocus Indonesia akan semakin kuat dan bekerja semakin baik memfasilitasi saling hubung, pembelajaran bersama, dan kepemimpinan di bawah koordinasi Pak Dedi.

---

Personnel changes

Dear AgriProFocus Indonesia member,

Last March Ms. Tina Napitupulu left her position as country network coordinator of AgriProFocus Indonesia. We thank her for her energy and effort during her time with us, which made

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 22 February 2017 at 05:30

Akses Pembiayaan

Model Pembiayaan UMKM Gula Kelapa di Indonesia

Indonesia adalah produsen gula kelapa terbesar di dunia, namun kesejahteraan pengusaha kecil-menengah gula kelapa relative rendah. Ini disebabkan oleh berbagai persoalan, salah satu yang paling mendesak adalah pembiayaan. Tujuan penelitian ini adalah memformulasi model pembiayaan untuk UMKM gula kelapa di Indonesia. Penelitian yang dilakukan di Banyumas, Jawa Tengah, ini menunjukkan bahwa UMKM gula kelapa tidak memiliki akses langsung ke bank. Perajin biasanya mendapat asistensi pinjaman uang dari pengepul/kolektor. Imbalannya, perajin harus menjual gula kelapanya ke pengepul/kolektor dengan harga yang ditentukan (oleh pengepul/kolektor). Umumnya, harga yang ditentukan oleh pengepul ini lebih rendah dari harga pasar, margin ini dianggap sebagai bunga pinjaman uang yang diberikan kepada perajin. Ini membuat produsen gula kelapa terjerat dalam sistem brokering. Berdasarkan analisis, formulasi model pembiayaan yang diperoleh yai

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 22 February 2017 at 04:07

Akses Pembiayaan

Resiko dan Pembiayaan di Sektor Kopi: Bagaimana Meningkatkan Manajemen Resiko dan Akes Pembiayaan di Sektor Kopi

Laporan ini menampilkan berbagai program dan mekanisme mengelola resiko, dengan fokus di inovasi untuk meningkatkan akses pembiayaan. Laporan ini bertujuan meningkatkan kesadaran resiko dan dampaknya pada pelaku berbeda di tahap yang berbeda di rantai nilai kopi. Laporan menyoroti kebutuhan kolaborasi antar semua pelaku dalam sektor kopi, baik secara nasional maupun global, dan memaparkan kesempatan potensial untuk mengingkatkan manajemen resiko dan akses pembiayaan secara koordinatif. Dua kasus final dalam laporan ini menunjukan siklus untuk meningkatakan manajemen resiko yang menyebabkan mengingkatnya akses ke pembiayaan. Pada akhirnya, terjadi siklus yang membuat manajemen resiko lebih berkembang ke tahap selanjutnya.

Baca selengkapnya di http://www.ico.org/WorldBankCompendium_e.asp

---

Access to Finance

Risk and Finance in the Coffee Sector: How to Improve

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 22 February 2017 at 03:50

Pengaruh Ekstrak Tanaman Picung (Pangium edule) sebagai Pestisida Nabati Terhadap Mortalitas Penggerek Buah Kopi

Penggerek buah kopi (PBKo/Hypothenemus hampei) adalah hama utama yang menurunkan produktivitas kopi Indonesia. Salah satu pengendalian hama tersebut dilakukan dengan insektisida. Penggunaan tumbuhan sebagai insektisida umumnya menunjukkan tingkat keamanan yang tinggi karena senyawanya mudah terurai dan aman. Tanaman picung (Pangium edule) mengandung senyawa asam sianida, flavanoid dan saponin sehingga berpotensi sebagai insektisida. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan potensi ekstrak biji dan daun picung sebagai insektisida nabati terhadap PBKo. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap. Imago PBKo yang digunakan sebagai contoh sebanyak 20 ekor untuk setiap perlakuan. Terdapat 6 perlakuan konsentrasi ekstrak daun picung dan biji picung, satu perlakuan pembanding (karbaril 0,02%) dan kontrol negatif (air suling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar kons

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 22 February 2017 at 03:37

Kemitraan Peternak Sapi Perah dengan KUD Batu untuk Peningkatan Ekonomi

Penelitian ini menyoroti kemitraan antara publik, yaitu peternak sapi, dan privat, yang direpresentasikan oleh koperasi KUD Batu. Keduanya bekerjasama meningkatkan kualitas dalam proses pembuatan susu, dan meningkatkan ekonomi peternak sapi perah. Susu dihasilkan oleh peternak, selanjutnya dikelola oleh koperasi untuk penetapan standar susu sehingga dapat dipasarkan ke pihak ketiga yaitu pabrik susu Nestle.

Hasil penelitian menunjukkan kemitraan ini cukup berhasil. Masyarakat peternak mendapatkan manfaat ekonomi sehingga bisa meningkatkan taraf pendidikan, pembangunan rumah-rumah dan jalan. Manfaat bagi KUD Batu yaitu meningkatnya jumlah produksi susu sehingga keuntungan yang didapat bisa meningkatkan modal. Ini mendorong koperasi meningkatkan pelayanan pada peternak.

Terdapat faktor penghambat dan pendukung dalam meningkatkan ekonomi peternak sapi perah. Faktor penghambat antara lain manajemen peternakan relatif tradisi

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 20 February 2017 at 09:36

Analisis Faktor-faktor untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Peternak Sapi Perah di Jawa Tengah

Penelitian bertujuan untuk menentukan potensi pengembangan sapi perah rakyat dan pengaruh berbagai faktor usaha untuk peningkatan produktivitas usaha dan pendapatan peternak sapi perah. Penelitian menggunakan metode survei pada tiga lokasi, yaitu Kabupaten Semarang, Boyolali dan Banyumas.

Sampel sebanyak 495 peternak, terdiri dari 225 peternak anggota Koperasi Unit Desa (PKUD), 180 peternak anggota koperasi susu (PKSU) dan 90 peternak anggota gabungan kelompok tani ternak sapi perah (PGPT) sebagai responden penelitian. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan peternak dan data sekunder diambil dari instansi yang terkait. Analisis deskriptif dan model SEM (structural equation modeling) digunakan dalam penelitian. Berdasarkan analisis LQ (Location Quotient), sapi perah di Jawa Tengah potensial untuk dikembangkan. Nilai LQ Kabupaten Semarang, Boyolali dan Banyumas berturut-turut

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 17 February 2017 at 04:12

Strategi Pemasaran Gula Kelapa di Kabupaten Klaten

Deangan menggunakan analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman), kanjian ini mengidentifikasi factor internal dan eksternal dalam pemasaran gula kelapa di Kabupaten Klaten. Orang yang bekerja di industri gula kelapa di Kabupaten Klaten sangat berpengalaman, mereka memproduksi gula kelapa berkualitas baik secara berkesinambungan dan mendistribusikan secara baik. Kelemahan dalam pemasaran gula kelapa adalah kurangnya promosi, pembiayaan minim, dan keterampilan manajemen dan keuangan yang rendah. Namun demikian, peluang yang dimiliki Kabupaten Klaten adalah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang kualitas dan kandungan gizi gula kelapa produksi lokal, ketersediaan fasilitas pelatihan, dan sumberdaya manusia yang melimpah. Yang menjadi ancaman industri ini adalah modal yang terbatas untuk mengembangkan UMKM, supplier tidak memenuhi kebutuhan, dan competitor dari Kabupaten lain. Baca lengkapnya di sini http://agribisnis.fp.uns.ac.id/wp-conte

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 16 February 2017 at 09:05

Internal Kontrol Sistem Mengantar Perajin Gula Kelapa Organik dari Jatirogo ke Pasar Ekspor

Dengan membangun sistem kontrol internal (ICS) gula kelapa organik Jatirogo, 1.554 petani anggota memiliki posisi tawar leih kuat dalam pemasaran gula kelapanya. Sistem ini telah sukses mengekspor gula semut organik ke berbagai negara. Setelah memperoleh sertifikasi internasional (EU, regulation, NOP-USDA, dan JAS) KSU Jatirogo berkolaborasi dengan perusahaan ekspor mampu mengekspor gula semut organik ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Australia, Eropa dan Asia.

Banyak orang mempertanyakan kemampuan petani mengekspor produknya. Dengan mengorganisasi diri untuk memproduksi secara organik, petani gula kelapa organik dari pegunungan Menoreh membuktikan kemampuannya mengekspor gula semut. Sejak 2011, mereka juga telah mampu membiayai sertifikasi internasional secara mandiri tanpa bantuan donor. Baca kisah mereka lebih lengkap di http://orgprints.org/24320/2/24320.pdf

---

Through Interna

... Read more

Posted By in AgriProFocus Indonesia
Posted 16 February 2017 at 08:08

Pasar Domestik & Internasional

Analisis Harga Komoditas Gula dari Negara Penghasil Gula

Kajian ini mempelajari dinamika hubungan harga gula Brazilia, India, Perancis, dan Indonesia. Hasil empiris dari varian tes dekomposisi menunjukkan bukti bahwa variasi harga gula dari negara penghasil sangat beragam tiap variable. Secara umum, bisa disimpulkan bahwa setiap harga gula dari negara penghasil (Brazilia, India, Indonesia) memiliki presentase terbesar dalam menjelaskan variabilitas harga gula mereka ( di atas 96 persen). Ini mengindikasikan bahwa pemerintah Brazilia, India, dan Indonesia melindungi industri gula mereka dari syok makroekonomi lewat kebijakan atau program harga gula. Baca hasil lengkapnya dalam bahasa inggris di sini <!--[if gte mso 9]>

... Read more